Program Guru Penggerak
Fatwa Syarifah
Calon Guru Penggerak Angkatan 2 dari PAUD AL-ISTIQLAL
Kabupaten Cianjur - 2021
DAFTAR ISI
Aksi Nyata Modul 3.1 (Pengambilan Keputusan)
Aksi Nyata Modul 3.2 (Pengelolaan Sumber Daya)
Aksi Nyata Modul 3.3 (Program Yang Berdampak Pada Murid)
Data Diri Penulis
Fatwa Syarifah lahir di Cianjur pada tanggal 21 Oktober 1994. Anak ke-3 dari 3 bersauda. Lulusan dari Teknik Informatika UNIKOM Bandung pada tahun 2018.
Mulai ikut mengajar di PAUD AL-ISTIQLAL pada tahun 2015 hingga sekarang. Pengalaman, beberapa pengalaman kerja di bidang administasi dan IT serta sempat menjadi Guru BIMBEL di Bandung dan juga sempat mengajar di salah satu SMK swasta di Cianjur.
Karakter yang mandiri, memahaman dasar IT, dan bertanggungjawab menjadi penguat dia dalam profesi sebagai guru.
AKSI NYATA
Modul 3.1 “Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran”
Peristiwa ( Facts )
Saat ini, alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur masih bisa terus menjalankan kegiatan Program Guru Penggerak. Tidak terasa, sejatinya waktu terus berjalan tidak lebih cepat juga tidak lebih lambat. Waktu berjalan dengan konsisten. Begitupun diri ini, perlu konsisten pada keputusan yang dibuat sejak memutuskan bergabung di guru penggerak.
Penuh harap, diri ini dapat bermanfaat bagi orang banyak. Kali ini modul 3.1 mengenai Pengambilan keputusan ini, menggirig saya membuat mata dan hati terbuka lebih lebar untuk lebih dapat melihat banyak bentuk kasus berupa “Bujukan Moral” dan “Dilema etika”. Tanpa disadari, semua itu sering kali terjadi. Seketika saya berfikir, ini modul yang tepat untuk seorang pemimpin. Setidaknya untuk diri ini sebagai pemimpin pada kehidupan sendiri. Menurut saya, perlu banyak pengalaman dan peningkatan Kemampuan Sosial Emosional sehingga diri ini mampu berada pada titik kesadaran penuh saat mengambil keputusan.
Dalam seri “Demonstrasi Kontekstual” yang lalu, saya berkomitmen untuk bisa berbagi materi dan pengalaman dalam modul ini. Saya menentukan hari yang dirasa tepat untuk berkumpul bersama rekan sejawat. “Jum’at Berkah”.
Mengapa saya melakukan hal itu ?
Saya merasa ini modul yang penting yang dapat dipelajari bersama semua rekan sejawat. Saya melihat diri dari masing-masing rekan sejawat. Mereka luar biasa. Namun, saya merasa mereka kurang aktif dalam perannya di sekolah. Kepala Sekolah kami yang santun dan bersahaja juga kami segani. Saya selalu melihat dan mendengar kata “ya, saya mengikuti saja” dari rekan-rekan guru sejawat ketika rapat sekolah di adakan. Mungkinkah, terjadi dilema etika pada diri rekan sejawat saya.
Apa yang saya lakukan ?
Saya berkesempatan untuk dapat kumpul bersama dalam acara santai setelah mendapat izin dari kepala sekolah. Tidak berniat menyombongkan diri, apalagi hingga menggurui. Niat berbagi bersama kawan sejati. Saya print kan beberapa materi dari modul 3.1 ini, lalu saya membagikan kepada rekan-rekan untuk dibaca dan dipelajari seksama. Dalam acara santai ini, tanya jawab dan sharing pengalaman sangat terbuka.
Berikut ini, potret kegiatannya :
Perasaan ( Feelings )
Saya merasa sangat senang dapat berbagi pengalaman yang menyenangkan. Semua rekan guru saling mendengarkan dan menguatkan. Modul ini membawa kita bertindak pada nilai dan peran guru penggerak. Modul ini, mengajarkan bagaimana kita perlu bersikap. Saya pun merasa sedikit malu mendapat kesempatan untuk memulai percakapan. Semua ini menjadi suatu pengalaman yang berkesan.
Pembelajaran ( Findings )
Entah mengapa, saya merasa respon yang diberikan masih kurang. Rekan-rekan membaca modul dan diberi kesempatan untuk dapat merefleksikan serta mengungkapkan pengalaman. Namun, belum terbagun suasana yang lebih menarik untuk memahami materi. Ketika rekan-rekan disuguhi banyolan dan makanan suasana terasa lebih menyenangkan. Saya pun menyadari, semua itu kembali kepada pribadi. Mau untuk mempelajari materi agar dapat mempersiapkan diri untuk mengambil keputusan pada suatu kondisi. Atau, mungkin lebih memilih untuk undur diri merasa tidak memerlukan modul ini.
Saya pun susulkan beberapa kasus berupa video yang sempat saya pelajari untuk dapat difahami bersama di group whatsapp.
Penerapan ke depan ( Future )
Mungkin, kedepannya saya ingin mencoba bersama-sama melihat dan melakukan 9 langkah pengambilan keputusan dengan studi kasus yang ada di sekolah. Diharapkan lebih mudah difahami. Lebih menggali semua potensi.
AKSI NYATA
Modul 3.2 “Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya”
Peristiwa ( Facts )
Dengan situasi saat ini, sudah dapat dilakukan PTM ( Pertemuan Tatap Muka ) Terbatas membuat guru perlu menunjukan Kebiasaan baru / New Normal yang tidak melanggar norma, etika, dan protokol kesehatan serta menunjukan kebudayaan.
Aksi nyata kali ini Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya, saya melihat banyak sumber daya. Mulai dari aset manusia, aset sosial,, dan aset budaya. Maka, saya membiasakan murid kelas B untuk Salam Budaya Sunda. Saya melakukan hal tersebut, pengganti salaman tangan yang biasa anak lakukan guna protokol kesehatan. Mereka masih perlu di edukasi bahwa saat ini PTM Terbatas ini bukan artinya kita dapat bersentuhan secara bebas seperti dahulu.
Diawali dengan Contoh dari Guru Menjadi materi pembiasaan di kelas.
Perasaan ( Feelings )
Perasaan saya, saat melaksanakan aksi nyata ini tentu senang melihat perkembangan setiap anak. Bagaimana semua anak dapat tumbuh beradaptasi dengan baik, menirukan dan mempraktikan dengan baik, dan terlihat lucu anak usia dini dengan mengenal budaya sunda ini.
Pembelajaran ( Findings )
Menjadi pembelajaran yang bermakna bagi anak. Terlihat anak secara cepat dapat mempraktikan dengan baik. Terlepas dari mengatasi masa pandemi, diharapkan dapat menjadi bekal mereka kelak dalam melestarikan kebudayan daerah sendiri.
Penerapan ke depan ( Future )
Rencana selanjutnya, menindaklanjuti kebiasan baru ini dalam budaya positif, saya akan terus melaksanakan dan mempraktikan sebelum masuk kelas dan saat sesi pulang.
AKSI NYATA
Modul 3.3 “Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid”
Peristiwa ( Facts )
Melihat kebelakang, Visi yang sudah dirancang PAUD AL-ISTIQLAL. Dengan visi : “Menciptakan Generasi yang beriman, berkarakter dan berilmu.
Dan Visi Guru Penggerak yang disusun di Modul 1.3 sebagai berikut :
Mengingat di masa pandemi yang sulit ini, dan mengingat tepat di bulan rabiul awal. Bulannya dimana nabi muhammad lahir. Perlunya memunculkan karakter pada anak. Salah satu nya karakter kepedulian yang perlu di pupuk sejak usia dini. Kisah Nabi Muhammad s.a.w yang hidup sebagai anak yatim piatu di usia 6 tahun, menjadi bahan renungan tersendiri bagi kami untuk membuat Program SENYUM (Semua Nyumbang) ini. Semua anak, semua orang berhak senyum dan hilangkan kesedihan.
Mengapa saya melakukan ini ?
Saya meyakini, ini adalah program yang baik dalam menumbuhkan karakter kepedulian dan tolong menolong pada diri anak dan di masa sulit ini, kebahagiaan dan senyum anak yang kurang beruntung perlu dihadirkan.
Bagaimana hasilnya ?
Saya belajar banyak hal. Terutama dalam berfikir berbasis aset. Sering kali, kita lupa kekuatan kita dalam gotong royong dan penanaman kepercayaan serta memastikan memaksimalkan seluruh aset yang ada. Kekuatan itu luar biasa dan ajaib bagi saya. Dengan waktu hanya 2 minggu berjalan proses pengumpulan donasi, saya takjub. Kita dapat mengumpulkan cukup banyak. Angka nya mencapai 7 digit plus donasi berupa barang mulai dari boneka hingga pakaian layak pakai. Semua terkumpul dalam beberapa kantong kresek besar.
Berikut ini beberapa potret saat pelaksanaan Program :
Anda juga dapat melihat video program SENYUM, dengan scan QR Code atau Klik link berikut :
Link Youtube : Video Program SENYUM PAUD AL-ISTIQLAL
Perasaan ( Feelings )
Perasaan saya dapat dikatakan bercampur aduk atau nano nano. Saya sangat senang tak terhingga melihat respons orang tua / wali yang mendukung penuh program ini. Saya pun senang tatkala dapat merealisasikan program ini. Senang pun bertambah melihat antusias anak dengan menyewa transportasi yang unik ( wara-wiri atau odong-odong ) menambah keseruan perjalanan menuju tempat tujuan penyerahan donasi. Namun, saya pun merasakan kegelisahan dan kegundahan sebelum program ini dimulai. Saya sempat pesimis apakah program ini akan berhasil, tepat, dan mendapat dukungan penuh ? bagaimana saya menjalankannya ? dan beberapa pertanyaan lainnya berseliweran. Lalu, saya juga merasakan kesedihan plus kehangatan di tengah kumpulan anak yatim piatu. Saya juga merasakan kekaguman pada murid-murid yang dengan tertib tidak ada yang mencela bahkan menghina ataupun sekedar menunjukan keberbedaan mereka. Anak-anak sungguh berhati mulia, dengan hati yang lembut dan mungkin ini namanya kodrat alam / bakat alamiah. begitulah mereka bergaul / berteman dan menyesuaikan diri.
Pembelajaran ( Findings )
Banyak pembelajaran yang saya dapat. Saat mengunjungi Yayasan LKSA ( Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ) atau Panti Sosial ini, saya melihat moment dimana murid kami, dengan sedikit malu dapat berkenalan dengan anak Yatim Piatu yang baru mereka kenal. Sungguh luar biasa hati anak-anak ini. Senyum merekah dari wajah polos mereka begitu meneduhkan hati. Pembelajaran lainnya ialah kekompakan dan komunikasi serta tanggung jawab dari panitia yang ditunjuk ( Perwakilan Orang tua / Wali Murid ). Dimana saya melihat begitu hebatnya kekuatan itu.
Penerapan ke depan ( Future )
Beberapa hal yang menjadi catatan. Kedepannya, diharapkan keberlanjutan dari Program ini, masih banyak LKSA yang perlu kita kunjungi dalam tujuan membangun karakter kepedulian dan tolong menolong anak menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka secara luas. Adapaun kedepannya, perlu komunikasi yang lebih aktif dan penerapan management resiko yang lebih baik, walau resiko yang terjadi itu resiko kecil. Ketika jalan yang dilalui tak sesuai karena koordinasi dengan supir mungkin kurang dan perbaikan jalan yang tak diketahui serta cuaca yang kurang mendukung dengan datangnya hujan. Namun, semua itu tak menghalangi keseruan.














Luar biasa ibu ini, mendidik anak PAUD yang pasti mereka belum mengerti tentang apa yang di kerjakannya, karena mereka itu yang panting senang... padahal itu adalah bagian belajar. semangat bu Fatwa...
BalasHapusAlhamdulillah.. Terima kasih banyak segala support nya Bapak Wawan
BalasHapus