Aksi nyata 1.4 - Artikel Refleksi ( Budaya Positif )

Budaya positif

Karya : Fatwa Syarifah - CGP dari PAUD AL-ISTIQLAL, Cianjur


Lihatlah Peta Konsep yang telah disusun ini :




 

ARTIKEL REFLEKSI

AKSI NYATA

 



Pendidikan Guru Penggerak

 

Oleh :

 Fatwa Syarifah, S.Kom.

CGP Angkatan 2 PAUD AL-ISTIQLAL, Kab. Cianjur

 




Dukungan dari : 


Pendidikan Anak Usia Dini
( PAUD )
KEMENDIKBUD RI

          
                                                        










Penanda Halaman

 

A.   Latar Belakang. 1

B.   Deskripsi Aksi Nyata. 2

C.    Hasil Aksi Nyata. 2

D.   Pembelajaran Pelaksanaan. 2

E.    Rencana Perbaikan. 2

F.    Dokumentasi 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                   

                                                   


A.  Latar Belakang

 

Semua orang mengetahui situasi yang terjadi saat ini, Pandemi melanda Indonesia sudah > 1 tahun. Ujian bagi semuanya terutama dibidang pendidikan yang kita jalani ini. Pandemi membuat guru kesulitan menyampaikan pembelajaran secara optimal, membuat murid merasakan kebosanan, dan tentu membuat orang tua/wali kelelahan. Tidak sedikit keluhan datang mulai keluhan kuota hingga desakan untuk tatap muka. Perlu bijak menyikapi semua ini. Indonesia memiliki tujuan yang luar biasa yang ingin dicapai dalam bidang pendidikan. Dengan kebijakan-kebijakan seperti penyederhanaan kurikulum hingga pembagian kuota gratis dari pemerintah, diharap dapat membantu proses pembelajaran.

Mengacu pada Filosofis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) bahwa Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsan. Pendidikan merupakan sebuah pondasi untuk mencapai peradaban bangsa yang di cita-citakan. Pendidikan berhubungan erat dengan kotrat alam dan kodrat zaman. Pendidikan perlu dilaksanakan dengan memberi contoh teladan, memberi semangat dan mendorong anak untuk terus berkembang.

Pada dasarnya, pendidikan itu menuntun, memelihara, budi pekerti, bermain sebagai kodrat anak, dan berpihak pada anak. Guru hendaknya memahami nilai dan peran yang harus dimiliki seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Juga mampu menjadi pemimpin pembelajaran, dapat menggerakkan komunitas, dan dapat mendorong serta menciptakan kolaborasi.

Tujuan yang ingin kita capai dalam pendidikan tentunya mengacu pada 1 hal yaitu Profil pelajar pancasila (Beriman, bertaqwa pada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif) yang diharapkan dapat melekat pada diri setiap murid.

Sekolah tentu memiliki Visi untuk kemajuan pendidikan. Sebagai guru, juga tentu memiliki impian/visi yang ingin dicapai. Tentu, ada hal yang perlu diperhatikan untuk dapat mencapai visi dan tujuan dalam pendidikan seperti menganalisa peran dan kekuatan guru serta murid dan pihak-pihak yang terkait, merangcang metode Inquiri Apresiatif (IA), dan paling utama yang perlu kita lakukan tumbuhkan budaya positif.

Pada zaman sekarang, tidak diperkenankan guru memberi hukuman sewenang-wenangnya pada murid atau bertindak memaafkan kelalaian murid terus. Guru merupakan teladan bagi murid yang harus mampu mengontrol sebagai manager. Dengan kontrol manager, diharap mampu menumpuhkan sikap budaya positif murid dari dalam dirinya. Budaya positif dapat kita lakukan dengan membuat kesepakatan kelas dan penanaman kebiasan-kebiasaan baik.

 


B.  Deskripsi Aksi Nyata

 

Aksi nyata merupakan tindakan nyata yang dilakukan dengan dilengkapi bukti-bukti dokumentasi. Aksi nyata ini dapat dikatakan sebagai praktik baik setelah kita mempelajari materi-materi/modul yang ada.

Aksi nyata dibuat dengan sadar dan terencana dan dapat dijadikan bahan ajar atau bahan sharing/diskusi dengan rekan guru sejawat.

Aksi nyata yang dibuat pada kali ini ialah membuat kesepakatan kelas bersama murid dan tetap  mengedukasi murid untuk dapat menerapkan pembiasaan-pembiasaan baik. Guna menjadikan murid yang memiliki karakter profil pelajar pancasila dan menumbuhkan budaya positif di sekolah.

 

C.  Hasil Aksi Nyata

 

Dari aksi nyata yang kita buat, diharap dapat memenuhi tujuan yang ditetapkan. Dengan membuat kesepakatan kelas, menjadikan murid mandiri dan bertanggungjawab. Serta dengan berdiskusi, kesepakatan kelas dibuat terbuka bersama murid dan atas kesepakatan bersama, menjadikan proses pembelajaran terlihat berpusat pada anak. Dan dengan pembiasaan baik yang sesuai visi guru penggerak, dapat memenuhi karakter profil pelajar pancasila juga tentunya menjadi sebuah budaya positif.

Hasil dari aksi nyata yang dilakukan berupa kesepakatan kelas yang tertulis dan tertempel di kelas untuk dapat disepakati dan ditaati bersama dan laporan berupa photo dari orang tua/wali murid terkait pembiasaan baik.

 

D.  Pembelajaran Pelaksanaan

 

Banyak hal yang telah kami lewati dalam proses aksi nyata. Pembuatan kesepakatan kelas dengan murid yang berjalan lancar menjadi suatu keberhasilan bagi kami. Pelaporan berupa photo dari orang tua/wali melalui pesan Whatsapp juga sebagai keberhasilan kami dalam proses pembelajaran saat masa  pandemi ini. Namun, selain dari hal-hal itu, ada hal-hal yang dapat dikatakan sebagai kegagalan. Seperti murid Anak Usia Dini yang dirasa masih belum faham dan belum tertanam rasa tanggung jawab terhadap kesepakatan kelas. Terlihat pelanggaran yang terjadi setelah beberapa saat kesepakatan kelas dilakukan.

 

E.   Rencana Perbaikan

 

Rencana perbaikan dalam pelaksaan pembelajaran di masa depan kami tentu mulai dari perbaikan dari diri sendiri selaku guru maupun banyak hal yang menunjang perbaikan-perbaikan. Memperhatikan modul 1 dalam LMS, mulai dari Filosofis Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, Profil Pelajar Pancasila, Nilai dan Peran Guru Penggerak, Visi Guru Penggerak, dan Budaya Disiplin ini menjadi suatu hal yang berkaitan erat satu sama lain untuk dijadikan sebagai bekal dalam penyusunan rencana kedepannya. Dalam Budaya Positif utamanya, rencana perbaikan yang insyaAllah akan dilakukan seperti terus melakukan kesepakatan kelas setidaknya dilakukan 1 kali dalam 1 tahun. Namun, evaluasi dan perbaikan kesepakatan terus dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Pembiasaan baik juga akan terus dilakukan dan kedepannya, selaku guru supaya dapat lebih mendorong murid untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik.

 

F.   Dokumentasi

 


Dengan visi ini, menjadi salah satu acuan guru.




                        Berikut ini dokumentasi saat kami membuat “Kesepakatan Kelas” :


Membangun diskusi dengan murid
  

Guru menuliskan hasil kesepakatan

 

 
Proses pembuatan warna untuk tanda sepakat dengan cap tangan


Setiap anak berkontribusi dan menyepakati atas kesepakatan yang dibuat.

    

  
Guru ikut menyepakati bersama.


    
        
Hasil kesepakatan.



Dokumentasi budaya positif lainnya..

Pembiasaan baik.. mengaji dan ikut shalat.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANCANGAN AKSI NYATA Modul 3.3 “Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid”